This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

INVERTER 500W dengan PWM


PCB Lay out driver Inverter


Tata letak Komponen Lay out driver Inverter

Inverter ini menggunakan PWM (Pulse Width Modulator) dengan tipe IC SG3524 . IC ini berfungsi sebagai Oscilator 50Hz,  sebagai pengatur besarnya tegangan keluaran yang diinginkan



Tabel dibawah ini merupakan setingan daya output yang dapat di keluarkan oleh inverter ini :
 

DC voltage and Transformer "T2" winding recommendation:
Power     Supply     Winding
750w       12VDC     P:24V "12-0-12" / S:220V
1500w     24VDC     P:48V "24-0-24" / S:220V
2250w     36VDC     P:72V "36-0-36" / S:220V
3000w     48VDC     P:96V "48-0-48" / S:220V
3750w     60VDC     P:120V "60-0-60" / S:220V
4500w     72VDC     P:144V "72-0-72" / S:220V
5250w     84VDC     P:168V "84-0-84" / S:220V
 

Trafo yang digunakan adalah trafo CT
R1  berfungsi untuk mengatur tegangan inverter menjadi 220v
R2 berfungsi untuk mengatur frekuensi keluaran inverter 50 or 60 Hz (sesuai dengan keperluan)








SISTEM PEMELIHARAAN DAN PENGUJIAN MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI

SISTEM PEMELIHARAAN DAN PENGUJIAN MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI

4.1.      Tujuan Pemeliharaan
                     Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan). Dalam operasi umumnya, trafo-trafo tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan/proteksi, sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV, dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20 kV nya. Transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan.
                  Memperbaiki kerusakan tranformator distribusi pada umumnya memerlukan biaya yang tinggi . Kerusakan itu akan dapat menyebabkan terganggunya penyediaan tenaga listrik dengan segala akibatnya bagi PT. Industri Sandang II maupun masyarakat pemakai lainnya. Karena itu perlu gangguan pada tranformator distribusi. Pemeliharaan yang baik akan dapat mencegah berbagai kerusakan .
               Faktor pertama yang penting adalahg bahwa tranformator distribusi yang dipasang adalah sesuai dengan spesifikasi  yang tepat untuk tujuan pemakain yang tepat. Selanjutnya penting juga adalah cara pemasangan tranformator distribusi yang baik di saluran distribusi listrik dan dilengkapi dengan pengaman yang baik.
         Setelah tranformator distribusi dipasang dan telah dimanfaatkan , maka adalah penting untuk secara berkala memeriksa, dan memelihara saluran distribusi untuk mencegah terjadinya kerusakan dan terjadinya kerugian daya. Karena tranformator distribusi pada azasnya tidak memiliki bagian – bagian yang bergerak, secara keliru sering dianggap bahwa tranformator distribusi tidak perlu dipelihara. Hal demikian akan menyebabkan terjadinya kerusakan secara mendadak yang memerlukan biaya perbaikan yang justru lebih tinggi , diperlukan cadangan yang mahal dan terdapat kerugian produksi.
         Pada umumnya pemeliharaan tranformator yang baik terdiri dari kegiatan – kegiatan yang secara berkala harus dilakukan, yaitu :
1.      Memeriksa isolasi kumparan / lilitan dan keadaan minyak pendingin.
2.      Memeriksa peralatan yang dipakai, seperti arrester dan pentanahan.
3.      Membersihkan semua bagian – bagian trafo distribusi  agar terlindungi dari kotoran dan korasi.
4.      Memeriksa semua peralatan pengaman.
5.      Semua bagian tranformator distribusi yang dialiri arus listrik harus bekerja pada lingkungan bebas lembab.
6.      Semua bejana yang berisi cairan isolasi maupun ciran pendingin dijaga agar tidak bocor dan juga agar tidak dipengaruhi

4.2.            Beberapa Bidang Pemeliharaan Tranformator Distribusi
         Frekwensi pemeriksaan dan pemeliharaan sebuah transformator distribusi pada umumnya tergantung kepada besar daya dan pentingnya tranformator itu didalam sistem. Sebuah tranformator distribusi yang besar dan mahal untuk diganti , biasanya menyediakan tenaga listrik yang padat pelanggannya atau sebuah pabrik , seperti pada PT. Industri Sandang II Tohpati Denpasar. Tranformator distribusi yang demikian akan memerlukan pemeriksaan dan pemeliharaan yang lebih banyak misalnya tranformator distribusi kecil ( di pedesaan ). Adalah baik bila personil yang memeriksa dalam hal ini bagian pemeliharaan jaringan PLN yang memiliki suatu tabel yang berisi bagian, waktu, dan perincian peralatan yang secara berkala perlu diperhatikan termasuk pembacaan beban, tegangan , serta suhu. Diantara hal – hal yang penting untuk diperiksa secara teratur dapat disebutkan sebagai berikut :

4.2.1.      Pemeriksaan Beban dan Tegangan
Arus yang mengalir pada tranformator distribusi akan menentukan jumlah panas yang akan dikembangkan. Bila arus melebihi nilai rating – nya akan tetapi belum mencapai taraf arus lebih, maka proteksi sudah akan bekerja.

4.2.2.      Tinggi Permukaan Cairan
Untuk mencegah tranformator terlalu panas, maka perlu dijaga bahwa tinggi permukaan cairan pendingin  ( volume cairan pendingin ) atau cairan isolasi berada pada tingkat yang seharusnya . Ditambah jika cairan pendingin ternyata terjadi kekurangan karena bocor atau penguapan . Kebocoran perlu segera diperbaiki untuk menghindari terjadinya kerusakan yang lebih parah.

4.2.3.      Suhu
   Untuk transformator distribusi pencatatan suhu lingkungan dapat dibatasi pada waktu – waktu terpanas , misalnyasiang dan sore hari. Pencatatan suhu lingkungan adalah penting karena suhu transformator distribusi yang sebenarnya merupakan penambahan dari suhu sekelilingnya . Secara umum dapat dikatakan bahwa kebanyakan transformator distribusi dirancang untuk beban penuh pada suhu lingkungan dari sekitar 30’C bagi udara pendinginan dengan maksimum 40’C.
Suhu minyak ini biasanya berada sekitar 10’ C sampai 15’C dibawah bagian terpanas transformator . Hal ini penting sekali diperhatikan karena suhu tinggi ini akan menentukan proses penuaan dari isolasi lilitan . Bila suhu tertinggi dilampui, beban listrik harus dikurangi atau pendinginan harus ditingkatakan jika tercatat suhu menaik, sedangkan beban tidak berubah, berarti ada kerusakan pada transformator distribusi dan dilakukan pemeriksaan seperlunya.

4.2.4.      Penafas Pengering
  Bahan – bahan kimia yang dipakai sebagai penafas pengering untuk menghilangkan lembab udara yang memasuki transformator distribusi perlu diperiksa tiap bulan. Bahan kimia yang sering dipakai adalah klorida kalsium dan silikasel . Penafas silikasel merupakan perkembangan yang paling akhir dan pada saat ini lebih banyak dipakai daripada khlorida kalsium. Dalam keadaan kering silikasel berwarna biru . Warna biru ini berubah menjadi kuning bila silikasel menjadi lemba. Silikasel dapat dikeringkan dengan memanaskan pada suhu antara 150’ C dan 200’ C. Semua jalur udara dari silikase harus diperksa tidak boleh buntu.

Proteksi Transformator Tenaga

Mengingat vital dan pentingnya fungsi trafo tenaga, maka pengamanannya diusahakan sebaik mungkin. Untuk mendapatkan pengamanan yang baik dan terjamin, maka transformator tidak hanya diproteksi oleh satu relai pengaman, melainkan lebih. Relai pengaman tersebut memberikan isyarat pada PMT didasarkan atas fungsi relai dan jenis gangguan yang timbul pada daerah pengamanannya. Untuk mengetahui gangguan yang terjadi pada trafo tenaga, serta relai pengaman yang memproteksinya dapat diuraikan sebagai berikut.

Gangguan-ganguan Pada Transformator Tenaga
Dalam operasi suatu transformator dapat mengalami gangguan-gangguan yang dikelompokkan pada 2 (dua) bagian, yaitu (Berahim, 1991) : gangguan internal dan gangguan eksternal

a.  Gangguan Internal
Gangguan internal adalah gangguan yang terjadi di dalam transformator tenaga itu sendiri. Gangguan-gangguan yang di golongkan sebagai gangguan  internal adalah sebagai berikut :
1.    Incipient Faults
Adalah gangguan kecil yang apabila tidak segera terdeteksi akan membesar dan akan menyebabkan yang lebih serius seperti :
a.    Terjadinya busur api (arc) yang kecil dan pemanasan local yang akan disebabkan oleh :
-   cara penyambungan kumparan yang kurang baik
-   kerusakan isolasi dari penjepit inti
b.    Gangguan pada sistem pendingin
Semua gangguan tersebut diatas akan menyebabkan terjadinya pemanasan lokal tetapi tidak mempengaruhi suhu transformator secara keseluruhan. Gangguan ini tidak dapat terdeteksi dari terminal transformator karena keseimbangan arus tegangan tidak berbeda dengan kondisi normal .
2.  Gangguan hubung singkat
Pada umumnya gangguan ini dapat segera terdeteksi karena akan selalu timbul arus/tegangan yang tidak normal /tidak seimbang . Jenis gangguan ini antara lain :
a.  hubung singkat phase ke tanah
b.  hubung singkat antar phase pada kumparan yang sama
c.   gangguan pada terminal transformator

b. Gangguan eksternal       
Gangguan eksternal yaitu gangguan yang terjadi diluar  transformator tenaga (pada system tenaga listrik) tetapi dapat menimbulkan gangguan pada transformator yang bersangkutan. Gangguan-gangguan yang dapat digolongkan dalam gangguan eksternal ini adalah sebagai berikut
1. Gangguan hubung singkat
Gangguan hubung singkat diluar transformator ini biasanya dapat segera dideteksi karena timbulnya arus yang sangat besar, dapat mencapai beberapakali arus nominalnya, seperti :
-  hubung singkat di rel
-  hubung singkat pada penyulang (feeder)
-  hubung sinkat pada incomingfeeder transformator tersebut.
 2.Beban lebih (Overload )
Transformator tenaga dapat beroprasi secara terus menerus pada arus beban nominalnya. Apabila beban yang dilayani lebih besar dari 100%, maka akan terjadi pembebanan lebih. Hal ini dapat menimbulkan pemanasan yang berlebih. Kondisi ini mungkin tidak akan menimbulkan kerusakan, tetapi apabila berlangsung secara terus menerus akan memperpendek umur isolasi.
3.  Gelombang Surja
Gelombang surja dapat terjadi karena cuaca, yaitu petir yang menyambar jaringan transmisi dan kemudian akan merambat ke gardu terdekat dimana transformator tenaga terpasang. Walaupun hanya terjadi dalam kurun waktu sanggat singkat (beberapa puluh mikrodetik), akan tetapi karena teganggan puncak yang dimiliki cukup tinggi dan energi yang dikandungnya besar, maka ini dapat menyebabkan kerusakan pada transformator tenaga. Betuk gelombang dari petir yang dicatat dengan sebuah asilograf sinar katoda (berupa tegangan sebagai fungsi waktu).

Disamping dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan, gangguan tersebut dapat juga membahayakan manusia atau operator yang ada disekitarnya. Akibat-akibat yang terjadi  pada manusia atau operator adalah seperti terkejut, pingsan bahkan sampai meninggal .

Keadaan yang membahayakan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
1. Seseorang yang berada di suatu tempat dimana badan atau anggota tubuhnya menghubungkan dua tempat yang mempunyai perbedaan tegangan yang tinggi .
2.  Besar dan lamanya arus mengalir ketubuh .


Sumber :  Pradnya, Bagus, Laporan Kerja Lapangan "Sistem Pemeliharaan Minyak Transformator Pada Gardu Induk", hal 11-14, 2007, Universitas Udayana,




SISTEM PROTEKSI TENAGA LISTRIK

Proteksi terhadap tenaga listrik merupakan sistem pengamanan yang dilakukan terhadap peralatan-peralatan listrik yang terpasang pada sistem tenaga listrik tersebut. Misalnya: Generator, Transformator, Jaringan transmisi/distribusi dan lain-lain terhadap kondisi operasi abnormal dari sistem itu sendiri. Adapun maksud dan tujuan dari sistem proteksi adalah untuk menghindari atau mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat gangguan (kondisi abnormal), juga untuk mempercepat lokalisir daerah yang terganggu, disamping untuk dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi serta mutu yang baik pada konsumen. Tidak kalah penting juga fungsi dan tujuan sistem proteksi untuk mengamankan manusia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik. Berdasarkan fungsinya pengaman dapat dibagi dua yakni (PT. PLN (PERSERO), 1992):
a.  Pengaman Utama
Pengaman utama merupakan pengaman yang paling berperan didalam daerah pengamanan atau daerah yang dilindungi dan pada umumnya selektif dan cepat bekerja jika terjadi gangguan didaerahnya.
b.  Pengaman Cadangan
Pengaman cadangan (back-up) merupakan pengaman dibelakang pengaman utama. Maksudnya adalah pengaman ini bekerja jika pengaman utama gagal operasi. Pengaman ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1.     Local back-up yaitu dimana pengaman cadangan terletak satu lokasi dengan pengaman utama.
2.  Remote back-up yaitu dimana pengaman cadangan tersebut diletakkan pada lokasi yang berlainan dengan pengaman utama.

Komponen Utama Sistem Proteksi
Untuk mengamankan dari adanya gangguan, dilakukan dengan memasang alat pengaman atau pelindung. Sedangkan untuk menghilangkan gangguan dengan cepat oleh sistem perlindungannya, diperlukan sistem operasi yang cepat dan benar. Suatu sistem proteksi/pengaman terdiri dari komponen alat-alat utama meliputi:

a. Pemutus Daya
Untuk mempermudah dalam membuka dan menutup sustu rangkaian dalam suatu sistem tenaga listrik baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan gangguan, maka antar kedua rangkaian yang berdekatan dipasang peralatan yang disebut pemutus beban atau pemutus daya (PMT). Pemutus beban yang hanya bisa memutus rangkaian tanpa beban saja disebut saklar pemisah (PMS). Dalam operasinya memutuskan atau menghubungkan daya listrik akan terjadi busur api. Pemadaman busur api dapat dilakukan dengan media minyak, udara dan gas.
Berdasarkan media pemadaman busur api listrik tersebut, PMT dibagi menjadi:
1. PMT dengan media minyak
2.  PMT dengan media udara, dapat dibedakan atas:
a. PMT dengan udara hembus (Air Blast Circuit Breaker)
b. PMT dengan hampa udara (Vacuum Circuit Breaker)
3.  PMT dengan media gas, yang menggunakan gas SF6 dan dibedakan atas dua yaitu:
a. Tipe tekanan tunggal
b. Tipe tekanan ganda

b. Relai
Penggunaan pengaman pemutus daya untuk kerja otomatis perlu dilengkapi dengan peralatan tambahan yang dapat mendeteksi perubahan keadaan yang terjadi pada rangkaian. Peralatan tersebut berupa gulungan yang diberi daya dari sumber DC melalui saklar yang dioperasikan dengan peralatan khusus yang disebut relai (relay). Relai merupakan suatu peralatan yang dilengkapi dengan kontak-kontak yang mampu merubah rangkaian lain. Oleh karena itu pemutus tenaga yang dilengkapi dengan relai digunakan sebagai peralatan perlindungan suatu sistem tenaga dari kemungkinan kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan.

c. Transformator Arus dan Transformator Tegangan
Penggunaan transformator (trafo) ini didesain secara khusus untuk pengukuran dalam sistem daya. Trafo pengukuran terdiri atas dua jenis yaitu: Trafo tegangan (VT) dan trafo arus (CT). Arus dan tegangan pada peralatan daya yang harus dilindungi dirubah oleh trafo arus  dan trafo tegangan ketingkat lebih rendah untuk pengoperasian relai. Tingkat yang lebih rendah ini diperlukan sebagai masukan ke relai sehingga komponen-komponen yang digunakan untuk konstruksi relai-relai tersebut secara fisik akan menjadi cukup kecil, disamping itu petugas-petugas yang bekerja dengan relai tersebut dapat bekerja dalam lingkungan yang aman.

Fungsi dan Syarat Relai Pengaman
Telah diuraikan diatas bahwa relai merupakan salah satu dari komponen utama sistem tenaga listrik, maka untuk mengetahui keandalannya perlu diketahui fungsi dan syarat relai pengaman yang baik. Adapun fungsi dari relai pengaman adalah untuk menentukan dengan segera pemutusan/penutupan pelayanan penyaluran setiap elemen sistem tenaga listrik bila mendapatkan gangguan atau kondisi kerja yang abnormal. Fungsi lain dari relai pengaman adalah untuk mengetahui letak dan jenis gangguan. Untuk syarat relai dari relai pengaman harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a.    Cepat bereaksi
Kecepatan bereaksi dari relai adalah saat relai mulai merasakan adanya gangguan sampai dengan pelaksanaan pelepasan CB (Circuit Breaker) karena perintah dari relai tersebut, waktu bereaksi harus diusahakan secepat mungkin sehingga dapat menghindarkan kerusakan pada alat serta membatasi daerah yang terkena gangguan.

PEMANCAR FM

Sinyal suara tidak dapat langsung dipancarkan karena sinyal suara bukan gelombang elektromagnetik. Jika sinyal suara tersebut dirubah menjadi gelombang elektromagnetik sekalipun maka berapa panjang antena yang dibutuhkan. Untuk dapat mengirimkan sinyal suara dengan lebih mudah maka sinyal suara tersebut terlebih dahulu ditumpangkan pada sinyal radio dengan frekuensi yang lebih tinggi dari sinyal suara tersebut.

Metode untuk menumpangkan sinyal suara pada sinyal radio disebut modulasi. Modulasi yang sering dipakai adalah modulasi amplitudo (AM - Amplitude Modulation), modulasi frekuensi (FM - Frequency Modulation) dan modulasi fasa (PM - Phase Modulation). Metode modulasi lain adalah kombinasi dari tiga metode modulasi ini.

Penggunaan frekuensi untuk keperluan eksperimen berbeda-beda pada tiap negara. Di Kanada dan Jepang misalnya, pemancar FM bisa mendapatkan izin dengan syarat daya pemancar yang digunakan sangat kecil. Di Amerika Serikat pemancar FM tanpa izin diperbolehkan dengan syarat kuat sinyal yang dihasilkan kurang dari 250uV terukur 3 meter dari antena. Dengan syarat ini akan didapatkan radius jangkauan ±100 meter. Lain halnya di India, pemancaran tanpa ijin adalah hal yang ilegal. Di Indonesia sendiri, penggunaan frekuensi tanpa izin masih ditolerir untuk pemancar SW.

Dengan mengabaikan masalah perizinan, eksperimen dengan pemancar FM selain dapat menambah ilmu dan pengalaman bisa menjadi kesenangan tersendiri untuk para pecinta elektronika.

Untuk teori, dan rangkaian pemancar selengkapnya dapat di download pada link dibawah ini.....

 tags : Oscilator, Penguat Daya, FM, AM, Antena, SWR Meter, Power Meter, Dummy Loads, Pemancar FM 12 Watts,








CARA PERBAIKAN AC MOBIL

Mengecek Kebocoran Sistim Sirkulasi Refrigeran

Semua bagian dari sistem seperti; kondensor, evaporator, kompresor yang telah diperbaiki, sebelum dipasang harus diperiksa kebocorannya.  Pada sistim yang baru atau yang menunjukkan tanda-tanda kurang refrigeran, atau ada refrigeran yang bocor, maka kebocoran ini harus dicari dengan alat pendeteksi kebocoran (Leak detector).  Tempat kebocoran biasanya dapat dengan mudah diketahui, karena ada minyak yang menetes atau lapisan minyak didekat tempat yang bocor.  Bila tidak ada tanda-tanda minyak tersebut sedang didalam sistim tidak ada refrigeran, maka kita harus menambahkan refrigeran ke dalam sistim, kemudian sistim dijalankan.  Kemudian pemeriksaan pada sisi tekanan tinggi dapat dilakukan, sedangkan pemeriksaan pada sisi tekanan rendah dilakukan setelah sistim tidak jalan (sistim dimatikan).

Pada umumnya ada 5 metode yang digunakan untuk mengetes kebocoran sistim refrigeran, antara lain:
-   Mencari kebocoran dengan menggunakan busa sabun (soap bubbles).
-   Mencari kebocoran dengan nyala api (Halide torch detector).
-   Mencari kebocoran dengan alat elektronik (Electronic leak detector).
-   Mencari kebocoran dengan zat warna (Colored tracing agent).
-   Mencari kebocoran dengan cara merendam dalam air setelah diberi tekanan.

Mencari kebocoran sistem refrigerator dengan busa sabun dan dengan merendam dalam air setelah sistem refrigeran tersebut diberi tekanan merupakan cara yang paling murah dan sederhana. Sebelum direndam sistim harus diberi tekanan kurang lebih 150 psig, dengan syarat tidak boleh menggunakan udara basah (lembab) dan semua komponen kelistrikannya harus dilepaskan. Kebocoran dapat diketahui letaknya tepat pada tempat yang bocor atau dimana gelembung gas terjadi.  Electronic leak detector dan halide torch leak detector tidak dapat menunjukkan secara tepat tempat terjadinya kebocoran seperti pada penggunaan busa sabun.  Busa sabun hanya dapat dipakai untuk kebocoran yang tidak terlalu besar dan pada tempat-tempat yang muda dilihat dengan mata serta dapat dijangkau dengan tangan. Memakai busa sabun harus pada bagian dari sistim yang ada tekanannya. Dan setelah selesai melakukan pengetesan, sistim harus dibersihkan dari busa sabun. Selain busa sabun juga dapat menggunakan minyak yang encer dan beberapa cairan khusus seperti; Search (The liquid leak detector), D-tekt (Bubble leak detector), Leak spot (Bubble disperser), Restorseek leak locator, leak finder foam, drop & dab leak detector dan lain sebagainya.

(Sumber :  Panduan Praktek Refrigerator dan Pemimpaan, oleh Tim Lab. Refrigerasi dan Tata Udara, Tim Lab, Politeknik Negeri Bali).




Memperbaiki Kerusakan Sistem Refrigeran

Adapun beberapa cara yang digunakan dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sistem refrigeran, antara lain :
No
Jenis Kerusakan
Penanganan Masalah
1.        
Kebocoran pada evaporator.
Jika evaporator ini memiliki kebocoran kecil misal sebesar diameter rambut ataupun lebih kecil dapat ditangani dengan dilas dengan sangat hati-hati. Jika bocornya terlalu banyak dang agak besar lebih baik evaporatornya diganti dengan yang baru.
2.        
Terjadi kebocoran pada fiting sambungan antar pipa (niple).
Penanganannya adalah dengan cara memeriksa seal yang ada pada setiap niple. Jika dirasa sudah agak rusak sebaiknya seal ini diganti dengan yang baru dan sebelum seal yang baru dipasang sebaiknya seal ini dilumuri dengan pelumas refrigeran terlebih dahulu.
Jika masih terjadi kebocoran sebaiknya niple dicek secara mendetail lagi bila dianggap diperlukan sebaiknya niple tersebut dipotong dan dimodifikasi dengan mengganti menggunakan niple lain, setelah itu langsung dilas.
3.        
Terjadi kebocoran pada pipa sirkulasi refrigeran.
Penanganannya adalah dengan cara memotong pipa yang bocor tersebut, kemudian disambung kembali dengan menggunakan jenis yang sama kemudian dilas.
4.        
Terjadi penyumbatan pada Pipa Sirkulasi (buntu).
Beri pelumas refrigeran pada sirkulasinya, kemudian beri udara bertekanan tinggi,
5.        
Penyumbatan dan kebocoran pada pipa ekspansi.
Bersihkan dengan udara tekanan tinggi. Jiga tidak mau juga, ekspasi diganti dengan yang baru.
6.      

Kebocoran pada kompresor (misal kompresor untuk AC Mobil).
Penanganannya adalah dengan membuka seluruh bagian dari kompresor ini kemudian memeriksa seal yang ada pada setiap blok sambungan. Jika dirasa sudah agak rusak sebaiknya seal ini diganti dengan yang baru dan sebelum seal yang baru dipasang sebaiknya seal ini dilumuri dengan pelumas refrigeran terlebih dahulu. Setelah semuanya pasang kembali sebaiknya seluruh baut-baut yang ada dipasang dengan sangat kencang dan seimbang, agar tidak terjadi kebocoran kembali.Selain itu seluruh Pentil-pentilnya di cek apakah ada yang rusak atau tidak.
7.        
Kompresor jalannya tersendak-sendak ataupun tidak jalan (khusus AC Mobil).
Penanganannya adalah dengan melihat bell yang menghubungkan antara kompresor dengan putaran mesin. Jika dirasa kendor apalagi sampai putus, bell ini harus segera diganti dengan yang baru.
Kerusakan sisa juga terjadi pada bagian dalam kompresor tersebut. Jika memungkinkan sebaiknya kompresor tersebut dibuka dan diperbaiki bagian yang rusak tersebut. Kemudian diberi pelumas refrigeran.





PERAKITAN KOMPUTER SAMPAI JADI

Cara Mereset Bios Yang Benar

Reset bios ini dilakukan jika kita ingin menset awal bios ke setingan pabrik. Adapun cara mereset bios dengan benar yaitu :
Baterai harus digunakan untuk menahan konfigurasi motherboard pada CMOS RAM Pin 1-2 untuk JP1 untuk menyimpan data CMOS. Untuk Clear CMOS ikuti prosedur berikut :
1.      Mematikan sistem dan tekan power AC
2.      Lepaskan kabel power ATX dari konektor power ATX
3.      Pasang JP1 dan short pin 1-2 untuk beberapa detik
4.      Kembalikan JP1 ke setting normal dengan menshort pin 1-2
5.      Pasang kembali kabel power ATX ke konektor power ATX

Jika PC tersebut memakai VGA Onboard maka memori (RAM) pada PC tersebut selalu berkurang sebesar 8, 16, 32 MB, ini dikarenakan karena VGA OnBoard tidak memiliki memori tersindiri didalam chip rangkaiannya. Sehingga VGA OnBoard perlu memakai memori yang ada (RAM). Memori yang dipakai itu bisa diatur sesuai dengan keinginan kita namun dibatasi oleh memori maksimal yang bisa digunakan oleh VGA On Board (Misal 32 MB). Karena hal inilah memori yang kita miliki (RAM) sering kali kita lihat berkurang kapasitasnya. 

Sebenarnya postingan ini sudah agak basi, yang mana udah banyak web/blogger yang membahas tentang ini,,, disini saya hanya ingin lebih memperdalalam saja.... semoga tutorial Perakitan Komputer yang saya sajikan ini merupakan data/laporan yang saya buat semasa magang, beberapa tahun yang lalu, semoga tutorial ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian.... Berikut saya sajikan sedikit materinya,,,untuk lebih jelasnya di download saja ...





PERANCANGAN “CONTROL PUMP PANEL” UNTUK POMPA 55 kW

Motor listrik induksi 3 phase yang sering digunakan di industri-industri banyak diaplikasikan untuk berbagai macam keperluan dalam suatu proses produksi. Banyaknya aplikasi dari motor listrik jenis ini menuntut pemilihan sistem kendali yang tepat, cepat dan efisien. Sistem pengendalian motor listrik induksi 3 fhase dapat dilakukan secara manual (cara konversional), semi otomatis atau otomatis.
Seperti salah satu industri pariwisata yang berkembang pesat dan terkenal di bali yaitu Ayodhya Hotel & Resort (yang dulunya bernama Hotel Hilton) yang terletak di Nusa Dua memiliki 5 (lima) buah pompa 55kW untuk memompa air jenis water cool atau air dingin. Pompa yang digunakan adalah pompa 3 phase dan dioperasikan oleh control sistem sart-delta. Sebelum pompa 55kW datang, hotel Ayodhya telah memiliki control pompa untuk pompa 40kW. Tapi karena yang datang adalah pompa 55kW dan sudah tersedia control pump panel, maka terpaksa memakai yang telah ada. Akibatnya sering terjadi kerusakan dan setiap 3 bulan, control pump panel harus diservis. Sampai saat ini, pompa 1 dan pompa 2 kontrolnya sudah rusak total. Sedangkan pompa yang lainnya sudah rusak namun masih bisa digunakan.
Oleh karena itu, penyusun mencoba untuk menjelaskan tentang cara membuat dan merangkai control pump panel 55kW untuk menghindari kerusakan pada pompa maupun pada control pompa untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Peralatan Kontrol
Sistem pengendalian motor listrik induksi 3 phase dapat dilakukan secara manual, semi otomatis atau otomatis.
Ketiga pengendalian motor-motor induksi membutuhkan peralatan kendali yang cocok sesuai dengan jenis dan spesifikasi serta tujuan digunakannya motor tersebut. Peralatan kendali yang banyak digunakan diantaranya kontaktor magnet, relay, thermal overload relay, time delay relay, dan lain sebagainya. Sedangkan peralatan bantu lainnya dapat digunakan push botton, selector switch dan sebagainya.
Kontaktor adalah sejenis saklar atau kontak yang bekerja dengan bantuan magnet listrik dan mampu melayani arus beban listrik yang relatif besar. Umumnya digunakan sebagai saklar kontrol motor-motor. Kontaktor dapat dioperasikan secara manual dengan sentuhan melalui saklar tekan (push botton) atau dioperasikan secara otomatis oleh relay-relay. Saklar ini mampu beroperasi menghubungkan dan memutuskan rangkaian listrik 1000-3000 kali perjam. Tegangan nominal pada rangkaian arus bolak-balik adalah 110 volt, 220 volt, dan 540 volt, dan pada rangkaian arus searah beroperasi pada tegangan lebih rendah. Kontaktor dapat dioperasikan dengan saklar tekan NO untuk operasi (ON) dan saklar tekan NC untuk stop (OFF) dan masing-masing saklar saling dihubung seri dengan kumparan kontaktor. Agar kontaktor tetap beroprasi saat saklar ON dilepas, maka kontaktor perlu dikunci dengan bantuan NO yang terpasang paralel dengan saklar tekan ON.
Dalam penggunaan kontaktor magnet perlu diperhatikan jenis arus dan besarnya tegangan sertra kemampuan daya hantar arus kontaktor tersebut. Bagian-bagian penting dari kontaktor magnet adalah kontak utama (main contact) dan kontak bantu (auxillary contact). (Programmable Logic Control Dasar-dasar sistem kendali motor listrik induksi,2005;101)
 


terima pembuatan jingle perusahaan / usaha anda "murah bergaransi" hubungi 081915715383

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More