This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

TUTORIAL MEMBUAT EFEK DI ADOBE AFTER EFFECT LENGKAP DENGAN PROJECT AFTER EFFECT-nya

Bingung cari tutorial after effect?
Susah download tutorial after effect di youtobe?
Sehabis download tutorial tutorial after effect ternyata durasinya hanya 3 menit??

INI SOLUSINYA ..................
 
DVD TUTORIAL SEGALA MEMBUAT EFEK DI ADOBE AFTER EFFECT LENGKAP DENGAN PROJECT AFTER EFFECT-nya

(UKURAN TOTAL FILE 47,9 GB atau setara dengan 13 DVD)

Kumpulan project after effect ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang suka dengan "EDITING VIDEO'

file project ini siap digunakan.





(video menggunakan bahasa ingggris, dan lengkapi dengan langkah-langkah dalam membuat efek di after efek)


HARGA 300rb/paket. (Belum ongkir)

Melayani pengiriman seluruh Indonesia melalui JNE/POS INDONESIA/TIKI

HUBUNGI :
087860168047 atau 081915715383 

Lokasi Seller : SINGARAJA & DENPASAR BALI


XII TAV 2 : PRAKTEK PEMBUATAN FILM PENDEK

hay EJ-Lover ini adalah salah satu kegitan penulis bersama beberapa siswa/kelas teknik audio video

 







 Video hasil praktek dan editingnya nyusul...masih di convert biar bisa di upload di youtube...
- kamera Panasonic HDV HDC MDC 1000
- software editing : Adobe Premiere CS series

Efek Negatif Laptop digunakan Tanpa Batere

Hay EJ-Lover...
apa kabar kalian disana... Hari ini saya mencoba berbagi seditkit pengalaman saya...

Dari beberapa tahun ini mungkin EJ-Lover sering mendengar/membaca bahwa "Mencabut batere Laptop" akan membuat batere menjadi Tahan lama alias Berumur panjang atau tak mudah drop.

"ITU MEMANG BENAR" tapi apakah rekan-rekan pernah memikirkan bagaimana efek negatif  kalau laptop digunakan tanpa batere???

Efeknegatif tanpa batere ini saya dapatkan dari beberapa keluhan temen2 dan pengalaman pribadi saya.
1. Bila sumber Listrik AC (PLN ataupun dari GENSET) tidak stabil/naik turun, bisa mengakibatkan kerusakan pada perangkat -perangkat LAPTOP.  Kerusakan pertama terjadi biasanya pada CHARGER (baik batere terpasang atau tidak). Bila kerusakan CHARGER ini terjadi nah bisa-bisa berimbas pada MOTHERBOARD laptop/notebook anda. dan akhirnya si LAPTOP bisa masuk bengkel or harus ganti baru. REPOT JUGA KAN,

2. permasalahan yang kedua bisa saja. permasalahan yang pertama tidak terjadi, tetapi LAPTOP kita malah mengalami SYSTEM ERROR. ya kalau cuma system error saja sih cukup instal ulang OS yang dipakai.

3 permasalahan ketiga cukup membuat panas dingin. Yaitu seluruh HDD menjadi bad sector, data hardisk menjadi takbisa dibaca oleh OS, atau HDD unformated....

Akhirnya sekarang kembali ke diri kita sendiri..

MAU BATERE TAHAN LAMA atau LAPTOP/DATA SELAMAT????


TEKNIK KAMERA DAN ISTILAH KAMERA

Gerakan Kamera 
Panning adalah gerakan kamera menyamping. Pann left gerakan ke arah kiri dan pann right gerakan ke arah kanan.
Tilting adalah gerakan kamera secara vertical atau atas bawah. Tilt Up gerakan naik dan Tilt Down gerakan turun.
Tracking adalah gerakan kamera dengan arah maju dan mundur atau depan belakang, bisa dengan bantuan doly atau rel kereta. Track In gerakan maju kedepan dan Track Out gerakan mundur kebelakang.
Crane adalah gerakan kamera meninggi atau merendah.
 Following adalah gerakan kamera mengikuti objek atau actor


Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:

Bird Eye View
Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak di bawah begitu kecil. Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung -gedung tinggi. Kalau anda suka melihat film-film Hollywood, tentunya teknik yang ini tidak asing lagi bagi anda.
 
High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.

Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.

Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.

Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.


Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:

Extreme Close Up (ECU/XCU) :
Pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.

 Big Close Up (BCU) :
Pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.

Close Up (CU) :
Gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru

Medium Close Up (MCU) :
Hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.

Medium Shot (MS) :
Pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).

Knee Shot (KS) :
Pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.

Full Shot (FS) :
Pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.

Long Shot (LS) :
Pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.

Medium Long Shot (MLS) :
Gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.

Extreme Long Shot (XLS):
Gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.

- One Shot (1S) :
Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya  memperlihatkan seseorang atau benda dalam frame

- Two Shot (2S) :
Pengambilan gambar 2 objek Untuk memperlihatkan adegan 2 orang yang sedang berkomunikasi.


- Three Shot (3S) :
Pengambilan gambar 3 objek untuk memperlihatkan 3 orang yang sedang mengobrol.

- Group Shot (GS):
Pengambilan gambar sekumpulan objek Untuk memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan aktifitas.


Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:

Zoom In/ Zoom Out :
Kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.

Panning :
Gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.

Tilting :
Gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.

Dolly :
Kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.

Follow :
Gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.

Crane shot :
Gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.

Fading :
Pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.

Framing :
Objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.

 Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
- Objek bergerak sejajar dengan kamera.
- Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.
- Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.


Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.

Backlight Shot:
Teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.

Reflection Shot:
Teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.

Door Frame Shot:
Gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.

Artificial Framing Shot:
Benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.

Jaws Shot:
Kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.

Framing with Background:
Objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.

The Secret of Foreground Framing Shot:
Pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.

Tripod Transition:
Posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.

Artificial Hairlight:
Rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.

Fast Road Effect:
Teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.

Walking Shot:
Teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.

Over Shoulder :
Pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.

Profil Shot :
Jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.


 Berikut ini adalah tulisan kedua tentang istilah-istilah dalam pembuatan film, Video Shooting dan sinematografi :
  
Acting :
Adegan/lakon yang diperankan oleh pemeran (aktor/aktris/talent) mengikuti skenario yang telah ditetapkan. Akting meliputi bahasa tubuh, ekspresi wajah dan dialog.

Agent (Agent Model) :
Seseorang yang bekerja mewakili kepentingan aktor/aktris dalam berhubungan dengan produser serta orang-orang lain dalam dunia produksi film. Agent ini amat berperan dalam mencarikan job serta membangun karir para artis.


Art Director (Penata Artistik):
Pengarah artistik dari sebuah produksi, bertanggung jawab dalam penyediaan set lokasi shooting serta properti penunjang, sesuai tuntutan cerita dalam skenario.


Audio Mixing :
Proses pengaturan suara dari berbagai macam jenis input, menghasilkan unsur sound yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan cerita.


Angle :
Sudut pengambilan gambar, amat berpengaruh dalam penciptaan komunikasi yang diharapkan dari sebuah gambar sebagai bahasa visual. Low Angle yaitu pengambilan gambar dari bawah obyek, lazim digunakan untuk menampilkan keagungan/kewibawaan obyek. High angle ialah pengambilan gambar dari ketinggian, lazim digunakan untuk menampilkan ketidakberdayaan obyek. Close-up (CU) ialah pengambilan jarak dekat dimana obyek tampak dengan jelas (pada manusia, sebatas wajah hingga leher atau dada); Extreme Close Up (ECU) ialah pengambilan yang lebih dekat lagi sehingga layar dipenuhi oleh bagian dari wajah; Medium Shot (MS) ialah pengambilan dari jarak sedang, dimana manusia akan tampil keseluruhan bagian tubuhnya; Long Shot (LS) ialah pengambilan gambar dari jarak jauh dimana obyek akan terlihat bersama dengan lingkungan terdekatnya.


Angle juga berkaitan dengan pergerakan kamera berikut ini : Pan ialah pergerakan kamera secara horisontal ke kiri atau ke kanan; Tilt ialah pergerakan kamera secara vertikal ke atas atau ke bawah; Track/Dolly ialah pergerakan kamera yang sejajar mengikuti pergerakan obyek yang bergerak; Zoom In ialah perbesaran gambar (fungsi pada kamera video), Zoom Out ialah perkecilan gambar (fungsi pada kamera video).


Animator :
Pembuat animasi. Klip animasi biasanya dikerjakan secara khusus oleh seorang animator, lalu diserahkan kepada editor video untuk digabung dengan bagian gambar lainnya.

Audio Effect :
Efek suara. Sejumlah adegan memerlukan efek suara agar meningkatkan kesan visual. Misalnya pada adegan baku hantam dimana tidak terjadi perkelahian sesungguhnya, efek suara dibuat dan ditambahkan pada proses editing video untuk memperkuat kesan telah terjadinya perkelahian sesungguhnya.

Ambience :
Suara natural dari obyek gambar.


Background :
Gambar latar belakang.


Boom :
Mikrofon besar yang dipasang pada tiang portabel yang dipasang pada tempat terdekat yang mungkin, di sekitar pelaku adegan, agar dapat secara optimal menangkap dialog pemeran. Orang yang mengoperasikan boom ini disebut dengan Boom Man.


Breakaway :
Properti sekali pakai, misalnya gelas atau kertas, yang akan menjadi rusak dalam sekali pakai sesuai tuntutan cerita.


Breakdown :
Arti aslinya ialah perincian. Dapat merujuk ke rincian bujet produksi maupun aktualisasi pengeluaran biaya, atau dapat pula berarti rincian perencanaan adegan shooting.


Budget :
Anggaran pengeluaran keseluruhan dari produksi film. Bujet yang biasanya ditentukan sejak awal oleh produser ini akan amat menentukan bagaimana suatu rencana produksi video akan dieksekusi, menyangkut sewa alat, sumberdaya manusia, properti, dan sebagainya.


Blocking :
Area yang masuk dalam cakupan tangkapan kamera video. Para pemeran serta properti harus masuk dalam area blocking ini, dan sebaliknya area ini harus steril dari properti atau kru produksi.


Back Light :
Sumber cahaya utama yang berada di belakang obyek shooting dan menghadap ke kamera. Pada kebanyakan kasus, backlight ini merupakan kesalahan mendasar yang sering dilakukan oleh kameramen amatir sehingga obyek menjadi tak jelas (gelap). Pada kasus khusus, teknik ini digunakan misalnya untuk dengan sengaja menyamarkan identitas obyek.


Bumper :
Klip gambar biasanya berupa animasi yang berperan sebagai pembuka suatu acara televisi. Bumper in digunakan sebagai tanda suatu acara akan dimulai lagi setelah jeda iklan, sedangkan bumper out ialah penanda bahwa acara akan berhenti sejenak untuk jeda iklan.


Camera Department :
Bagian yang bertanggung jawab untuk menyediakan dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memproduksi film, serta proses-proses yang menyertainya.


Cameraman :
Orang yang bertugas mengoperasikan kamera film/video. Pada suatu produksi besar, cameraman ini terbagi menjadi sejumlah peran khusus yaitu Penata Fotografi (yang bertugas mengatur penempatan dan pergerakan kamera serta pencahayaan), Operator kamera yang langsung mengoperasikan kamera, serta sejumlah asisten untuk mengurus hal-hal lain seperti mengatur fokus kamera, dan sebagainya.


Camera Tracks :
Lintasan kamera, suatu alas datar berupa metal atau lembaran kayu tipis yang diletakkan di permukaan lantai sebagai tempat pergerakan kamera (yang dipasang pada sebuah alat beroda tertentu, disebut dolly). Lintasan ini berguna agar dihasilkan gerakan kamera yang lembut. Camera track dapat pula berbentuk lintasan rel panjang, sementara kamera terpasang pada suatu kamera dolly.


Casting :
Proses pencarian orang yang tepat untuk memerankan tokoh tertentu dalam cerita. Casting ini dipimpin oleh seorang juru casting atau casting director yang amat memahami karakter yang dibutuhkan oleh cerita. Rencana casting ini telah diumumkan sebelumnya kepada publik atau agent sehingga para artis/aktor dapat mempelajari skenario lalu mempersiapkan adegan yang akan ditampilkan sebagai unjuk kebolehan.


Clapper Boards :
Sepasang papan berengsel yang diketukkan sebagai tanda dimulainya shooting. Papan ini berisi sejumlah informasi antara lain titel produksi, nomor adegan (scene), produser, dan tanggal shooting adegan. Informasi pada papan ini dicatat oleh pencatat adegan yang kemudian akan memberi catatan tambahan tentang keberhasilan adegan yang di-shooting. Informasi ini juga terrekam oleh kamera video, yang kelak akan memudahkan proses editing video untuk memilih potongan gambar mana yang akan dipakai dan dirangkai dengan gambar lainnya.


Commercial :
Iklan. Video singkat yang umumnya berdurasi 60, 30, atau 15 detik yang dibuat khusus untuk mempromosikan suatu produk.


Costume Designer :
Orang yang merancang pakaian/kostum yang akan dipakai oleh para pemeran film.


Cue :
Tanda bagi aktor/aktris dalam film untuk memunculkan bagiannya dalam dialog atau tindakan. Isyarat ini dapat berupa tindakan aktor/aktris lainnya, bagian akhir dari sebuah dialog, tanda dari sutradara atau isyarat cahaya.


Cue Light :
Bola lampu kecil yang dapat dinyalakan atau dimatikan oleh sutradara atau asisten sutradara untuk memberi isyarat kepada para pemeran. Lampu ini diletakkan diluar jangkauan pandang kamera tetapi dalam jangkauan pandang pemeran.


Cut and Hold :
Perintah dari sutadara agar adegan diberhentikan namun para pemeran tetap berada dalam posisinya. Pada kasus ini, sutradara mungkin ingin memeriksa pencahayaan, posisi, atau adegan lain yang berkaitan.


Cut to Cut :
Peralihan gambar dari adegan satu ke adegan lainnya secara langsung tanpa pemakaian transisi.
Credit Title :
Penampilan nama-nama kru produksi serta para pendukung acara.

Chroma Key :
Sebuah teknik efek visual dimana adegan shooting dilakukan dengan latar belakang layar berwarna tertentu (biasanya hijau atau biru). Pada proses editing, warna layar yang digunakan ini menjadi key untuk dihilangkan (dijadikan transparan) untuk diisi dengan gambar background yang telah disiapkan untuk tujuan itu.
 
Cutting on Beat :
Teknik pemotongan dan penyusunan gambar pada saat editing video berdasarkan tempo sound yang digunakan. Teknik ini amat terasa efeknya misalnya pada videoklip musik yang bertempo cepat.

Clip Hanger :
Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena harus tampilnya jeda iklan komersial.


Cut :
Pemotongan gambar


Crane :
Alat khusus yang dilengkapi dengan tiang, tuas dan katrol untuk tempat menggantung kamera sehingga kamera dapat digerakkan secara fleksibel dinamis termasuk perputaran penuh 360 derajat, menghasilkan angle yang unik, dinamis dan kadang dramatis. Alat ini dapat digerakkan oleh secara manual oleh operator melalui sebuah tuas, ada pula yang dilengkapi dengan remote control. Jimmy Jib ialah sebuah merk dagang yang terkenal alat crane semacam ini.

Daftar Pustaka : 
- Modul modul pembelajaran "teknik video shooting"
- RPP mata pelajaran "Pesiapan Dokumen Video" Teknik Audio Video SMK.
- Materi ajar mata pelajaran "Persiapan Dokumen Video" kelas XII TAV SMK N 3 Singaraja
- E-book searching (www.google.com)
 - http://www.piknikyu.com/






FOX Multi efek Mati Total

Beberapa Minggu lalu saya sempen mendapat servisan multi efek VOX berbasi Tabung , kerusakannya adalah mati total dan pedal WAH error dan ada bank yang bekerja tpi tanpa suara


Daleman FoX






(lumayan kaget juga saya, ternyata FOX menggunakan chipshet keluaran dari KORG) wah...wahhh...



Kerusakan mati total terjadi karena : ada jalur pada bagian power supply yang terputus. Terputusnya jalur ini kemungkinan besar disebabkan karena pemasangan Jack adaptor yang terlalu keras sehingga ada kaki soket adaptor pada board yang bergeser-geser sehingga menyebabkan jalur power supplya yang terputus.

untuk kerusakan pedal Wah tidak bekerja dan ada bank yang aktif tanpa suara ini ternyata disebabkan oleh kerusakan pada pedal wah. TERNYATA ada bagian pedal wah yang menyangkut disebabkan adanya butiran pasir yang menempel pada bagian pemegang wah. sehingga pedal wah tidak bisa ditekan,



Salam Elektrojiwaku... semoga tutorial ini bermanfaat. Mohon maaf bila bahasa yang digunakan tidak begitu baik......

SERVICE GUITAR KASUGA ORI

Akhirnya pada kesmpatan kali ini saya dapt menulis pengalaman saya lagi. Malam minggu kemaren saya mendapatkan orderan service gitar model LES PAUL merek KASUGA ORI. setelah di test ternyata terjadi kerusakan pada pick up-nya. Pick UP NECK tidak bisa merespon suara. Setelah cek satu per satu baik dari Wiring maupun pick upnya sendiri, ternyata terjadi kerusakan pada pick up neck nya. Setelah dicek dengan teliti kerusakan itu terjadi akibat adanya korosi pada kabel pengubung antara coil pickup dengan kabel penggubungnya. Setelah di bersihkan dan disolder ulang pick up kembali normal. Karena tidak mau mengambil resiko akhirnya saya menggati total sistem wiringnya.
Alhasil suara yang dihasilkan jadi normal dan mantap seperti baru...













Dead Metal distortions MAU???

akhirnya stomp box kebanggaan jadi jugahhhh dengan kerja keras dan harus memesan spare part kesana-kesini ,,,akhirnya dapat menghasilkan sebuah karya seni juga,,,,, xaxa....



Sound Keyboard (amp) Behringer Mendengung

Hay EJ LOVER ,,, naaf baru sempet update lagi...
Hari ini saya mencoba berbagi pengalaman service Sound Keyboard Beringer KX1200 Combo waktu power ON timbul suara Dengung Hebat.....

Ternyata setelah ditelusuri dengung ini diakibatkan adanya IC power amp yang jebol.
IC yang digunakan adalah IC LM3886T "Gain clone"

Kerusakan power amp ini bisa terjadi akibat ...
1. Listrik yang tidak stabil
2. Over gain pada input sehingga power yang dihasilkan oleh IC power amp melebihi batas maksimalnya sehingga membuat IC power amp panas.
3. sistem sirkulasi udara (contoh kipas pendingin) tidak bekerja optimal/mati sehingga terjadi panas berlebih pada body IC.
4. Umur dari IC power juga sangat mempengaruhi.
5. Resistansi pada loudspeaker tidak seimbang dengan resistansi minimum yang diizinkan oleh IC. Misal IC bekerja optimal pada beban 4ohm ternyata speaker yang terpasang adalah 2 ohm, maka ini dapat menyebabkan IC power cepat jebol.

Demikian dulu sharing pengalaman pribadi saya....

Salam ELEKTROJIWAKU

Cara Hitung PK / kapasitas AC


Hay EJ LOVERS mungkin kita sering bertanya-tanya, bagaimana caranya para tukang AC itu langsung tahu ukuran AC yang kita butuhkan pada dimensi ruang yang kita miliki. Nah ini dia Formulanya… ga sulit kok…  penasaran silahkan dibaca dan dihitung ya…

 Rumusnya:

(L x W x H x I x E) / 60 = kebutuhan BTU
L  =  Panjang Ruang (satuan dalam feet)
W =  Lebar Ruang (satuan dalam feet)
I   =  Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain).
           Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
H  =  Tinggi Ruang (satuan  dalam feet)
E  =  Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur;
         Nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.
1 Meter =  3,28 Feet

Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC ½ PK    =  ±  5.000 BTU/h
AC ¾ PK    =  ±  7.000 BTU/h
AC 1 PK     =  ±  9.000 BTU/h
AC 1½ PK  =  ±12.000 BTU/h
AC 2 PK     =  ±18.000 BTU/h



Contoh Perhitungan:
saya memiliki ruang studio recording dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2,5 meter,  dengan posisi ruang tidak berinsulasi (ruangan berdiri sendiri), dinding panjang menghadap ke utara.
Jawab :
Karena 1 Meter =  3,28 Feet, maka :


Kebutuhan BTU = {(3 x 3,28) x (3 x 3,28)  x (2,5 x 3,28)  x (18 x 16)} / 60
= 3.811,06 BTU, 
jadi kapasitas AC yang harus dipasang berdasarkan PK adalah sebesar 1/2PK. Dan AC ini lebih dari cukup.

Kapasitas AC (PK)
Setara dengan (BTU/h)
Ruangan (Meter)
1 / 2
5.000
3 x 3
3 / 4
7.000
3 x 4
1
9.000
4 x 4
1,5
12.000
4 x 6
2
18.000
6 x 8
2,5
24.000
8 x 8
3
27.000
10 x 8
5
45.000
10 x 10


daftar pustaka :

cara kapasitas ac, http://www.google.co.id/
                            http://www.globalindoprima.com/
                            http://19design.wordpress.com/
                            http://www.tokoaconline.com/


TEKNIK PHOTOSHOP

Hay EJ Lovers... hari ini saya coba berbagi e-book tentang teknik - teknik menggunakan photoshop CS 3 (untuk adobe photoshop seri lainnya caranya ga beda-beda jauh kok)



Click picture to download E-book



COMPRESSOR AUDIO

Hari ini saya coba berbagi tentang ragkaian COMPRESSOR AUDIO, dimana compressor audio ini secara umum berfungsi untuk mengkompresi (meratakan) sinyal audio yang tidak stabil menjadi lebih stabil dan audio yang nantinya keluar pada loudspeaker menjadi lebih bertenaga atau dalam artian lain tidak terdengar lemas.


 Skema Rangkaian

 Tata letak Komponen

 PCB layout 1 dan KIT compressor yang telah jadi

 
 PCB layout 2 dan KIT compressor yang telah jadi


Daftar Komponen : 
  • R1, R3 - 10K
  • R2 - 1K
  • R4, R5 - 1M
  • R6 - 18K
  • R7, R8, R15-R17, R19 - 33K
  • R9 - 1M5
  • R10, R12, R14, R18 - 470R
  • R11 - 270R
  • R20, R23, R25 - TRIMPOT 5K
  • R21 - TRIMPOT 5M
  • R22 - TRIMPOT 1K
  • R24 - TRIMPOT 500R
  • C1 - 4N7  YADA 6N8 , MYLAR
  • C2 - 470N MYLAR
  • C3 - 4N7 MYLAR
  • C4 - 330N MYLAR
  • C5, C7, C8, C12 - 10N SERAMIK
  • C6 - 22N KERAMIK
  • C9 - 330P KERAMIK
  • C10 - 470P KERAMIK
  • C11 - 82P KERAMIK
  • C13 - 10U/25V TANTALYUM
  • C14 - 470U/25V
  • C15, C16 - 220U/10V
  • U1 - TLC272
  • U2 - 78L05
  • Q1 - BC557B
  • Q2 - BF245C
  • D1, D2 - LED 5 MM
 Sumber : searching images google

 

Pengembali data pada HDD yang formatnya tak terbaca (Data Recovery for HDD not Formatted)

Postingan ini saya buat karena beberapa hari lalu saya sempet mengalami kasus HDD external saya format partisinya tidak terbaca (disk not Formatted) padahal saya tidak pernah mengutak atik HDD tersebut. Sempat pusing tujuh keliling dibuatnya, pingin nangis tp data telah raib. Untunglah pada saat itu saya tidak mengambil keputusan yang tergesa-gesa untuk memformat HDD tersebut dang mengiklashkan 500GB data yang telah kumpulkan dari tahun 2004 ilang begitu saja.

Dengan hati yang masih galau saya mencoba untuk menemukan permasalahannya. Sukurlah pas saya searching di google, Mr.google memberikan jawabannya. "data di HDD-mu tidak hilang kok, cuma partisinya saja yang error". Akhirnya telusur demi telusur, seluruh jalan dilalui di JL. GOOGLE, akhirnya ketemu juga.

HDD cukup di scan dengan menggunanakan DATA RECOVERY. Pada saat recovery data, komputer ternya bekerja extra, data HDD500GB harus di scan selama 18 Jam, dan pada saat proses recovery datanya membutuhkan waktu sekitar 10 jam.



Buset lama banget, tapi tak apalah yang penting semua data bisa diselamatkan dalam keadaan utuh.

 Setelah data terecovery pada HDD yang lainnya (minimal ukuran HDD recovery sama dengan HDD yang bermasalah sebelumnya), HDD yang utama (yang UNFORMATED) diformat ulang untuk mengembalikan format HDD seperti semula.

Setelah itu data yang telah direcovery ke HDD yang lain, dipindahkan lagi ke HDD utama. proses pemindahan ini membutuhkan waktu sekitar 5 jam. (lamanya seluruh waktu pengembalian data sampai selesai setiap komputer berbeda-beda tergantung spesifikasi komputer dan besar HDD yang digunakan)



DOWNLOAD RECOVERY DATA GET DATA BACK :

Download for NTFS

GetDataBack for NTFS
English, French, German (2.41MB)

Download for FAT

GetDataBackfor FAT
English, French, German (2.42MB)

Sumber Software : http://www.runtime.org/data-recovery-software.htm





Multifox, Buka banyak akun dengan satu browser

Multifox 

 Akhirnya ketemu juga neh,,, Hay EJ lover bagaimana keadaan EJ Lover hari ini, dalam keadaan baik-baik saja kan......?

kali ini EJ mencoba untuk berbagi informasi tentang Bagaimana caranya membuka akun bersamaan dalam satu browser. Misal kita mempunyai 2 akun blogspot, dan ingin membukanya bersamaan, tetapi setelah dicoba itu tidak bisa dilakukan pada browser kita (MOZILA)

Nah begini caranya :

  • Download terlebih dahulu UPDATE SOFT MOZILA (Multifox) disini
  • Kemudian install add ons tersebut dan restart mozilla
  • Untuk menggunakan beberapa acount EJ LOVER login saja seperti biasa di situs tertentu (misal di blogspot)
  • Kemudian setelah login EJ LOVER tinggal masuk ke menu File- pilih New Identity Profile (lihat gambar)

Multifox command in a bookmark 

Setelah tu akan muncul halaman baru yang kedua (tanda no 2 berartikan halaman NEW IDENTITY ke 2)

Indicator of Multifox identity profile

Multifox popup 

Setelah itu silahkan masukkan ID akun anda yang lain pada browser yang ke 2. 

 

 

TUTORIAL LAINNYA

Hi End Home Theater 2.1

Bagi EJ Lover yang ingin membuat/mencoba sebuah Home theather dengan kualitas terbaik dan power yang cukup besar, tidak ada salahnya kalau rekan - rekan mencoba rangkaian Hi End Home Theater ini. Rangkaian ini menggunakan 2 buah IC sebagai jantung penguat dayanya, IC LM 1876 difungsikan untuk penguat daya stereo pada speaker satelite. Sedangkan IC LM3886 (gain clone) digunakan sebagai penguat daya Subwoofernya.  Selamat mencoba





Sumber  : 320v.com




BOX SUBWOOFER PROFESIONAL

beberapa saat yang lalu penulis sempat dapet kiriman desain subwoofer dari beberapa temen via FB,,,, gatau mereka dapet desain dari mana,,,,, saya hanya mencoba berbagi sedikit kepada ElectroLover sekalian,,, dan semoga apa yang saya sampaikan disini bermanfaat bagi rekan-rekan,,,,










PEMESANAN E-BOOKS RANGKUMAN BERBAGAI MACAM DESAIN BOX LOUDSPEAKERS PROFESSIONAL : (CLICK DISINI)






LINGKUNGAN KERJA YANG SEHAT SEBAGAI INDIKATOR KESELAMATAN KERJA (KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA)


Semasa kuliah dulu (sekitaran tahun 2008) saya dan kawan-kawan ditugaskan oleh dosen pengampu mata kuliah K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk membuat sebuah tulisan (paper) tentang K3 yang dikumpul sebagai Ujian Akhir Semester. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang sedang mengambil mata kuliah K3 ini dimanapun berada.


 PAPER 
"KESAHATAN DAN KESELAMATAN KERJA"
LINGKUNGAN KERJA YANG SEHAT SEBAGAI INDIKATOR KESELAMATAN KERJA

Oleh :
 PUTU YUDI ASTRAWAN PUTRA (0719452008)
GEDE BUDHI ARSANA (0719451074)
I MADE YUDANA (0719451062)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2008

1.      PENDAHULUAN
Pengertian K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) adalah secara filosofis suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur. Secara keilmuan adalah merupakan ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Seirama dengan derap langkah pembangunan negara ini kita akan memajukan industri yang maju dan mandiri dalam rangka mewujudkan era industrialisasi. Proses industrialisasi maju ditandai antara lain dengan mekanisme, elektrifikasi dan modernisasi. Dalam keadaan yang demikian maka penggunaan mesin-mesin, pesawatpesawat, instalasi-instalasi modern serta bahan berbahaya mungkin makin meningkat.
Masalah tersebut di atas akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu keselamatan dan kesehatan kerja yang merupakan salah satu bagian dari perlindungan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditingkatkan, mengingat keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan agar :
1.   Setiap tenaga kerja dan orang lainnya yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya.
2.      Setiap sumber produksi dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.
3.      Proses produksi berjalan lancar.
Kondisi tersebut di atas dapat dicapai antara lain bila kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah dan ditanggulangi. Oleh karena itu setiap usaha kesehatan dan keselamatan kerja tidak lain adalah usaha pencegahan dan penanggulangan dan kecelakaan di tempat kerja.
Pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja haruslah ditujukan untuk mengenal dan menemukan sebab-sebabnya, bukan gejala-gejalanya untuk kemudian sedapat mungkin menghilangkan atau mengeliminirnya. Untuk itu semua pihak yang terlibat dalam usaha berproduksi khususnya para pengusaha dan tenaga kerja diharapkan dapat mengerti dan memahami serta menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di tempat masing-masing.

2.      KESEHATAN KERJA DIPERUSAHAAN
a.      Pengertian Kesehatan
Kesehatan perusahan adalah spesialisasi dalam ilmu higiene beserta prakteknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit kwalitatif dan kwantitatif dalam lingkungan kerja dan perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar tindakan korektif kepada lingkungan tersebut serta bila perlu pencegahan, agar pekerja dan masyarakat sekitar suatu perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja serta dimungkinkan mengecap derajat kesehatan setinggi-tingginya.
Prinsip – prinsip dan dasar – dasar sanitasi dan higiene perlu dipelajari dengan baik sehingga suatu perusahaan pengolahan hasil pertanian akan dapat mengembangkan dan menetapkan metoda ataupun program sanitasi, higiene dan keselamatan kerja yang baik, yang diberlakukan di perusahaan tersebut. Adanya suatu program sanitasi dan higiene yang baku akan dapat digunakan sebagai tolak ukur menilai apakah suatu kondisi saniter telah tercapai dan terpelihara dengan baik atau belum.

Hakekat higiene perusahaan dan kesehatan kerja adalah dua hal :
a.       Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggitingginya, baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, atau pekerja-pekerja bebas, dengan demikian dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga kerja.
b.      Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya effisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam produksi.Oleh karena hakikat tersebut selalu sesuai dengan maksud dan tujuan pembangunan di dalam suatu negara, maka Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja selalu harus diikutsertakan dalam pembangunan tersebut.
Progran sanitasi Higiene perusahaan dan keselamatan kerja baku ini harus mencakup semua aspek produksi. Program ini hendaknya diterapkan mulai dari aspekaspek urusan rumah tangga umum, penanganan dan penyimpanan bahan baku, pengolahan, penggudangan, sampai kepada usaha-usaha pengendalian binatang pengganggu, pembuangan dan penanganan limbah dan fasilitas umum lainnya, sedangkan program higiene terutama mencakup higiene pekerja, meliputi aspek kesehatan umum, kebersihan, dan penampilan umum.
Tujuan utama dari Higien Perusahan dan Kesehatan Kerja adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Tujuan demikian mungkin dicapai, oleh karena terdapatnya korelasi diantara derajat kesehatan yang tinggi dengan produktivitas keja atau perusahaan, yang didasarkan kenyataan-kenyataan sebagai berikut :
a.       Untuk efisiensi kerja yang optimal dan sebaik-baiknya, pekerja harus dilakukan dengan cara dan dalam lingkungan kerja yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Lingkungan dan cara dimaksud meliputi di antaranya tekanan panas, penerangan di tempat kerja, debu di udara ruang kerja, sikap badan, penserasian manusia dan mesin, pengekonomian upaya. Cara dan ligkungan tersebut perlu disesuaikan juga dengan tingkat kesehatan dan keadaan gizi tenaga kerja yang bersangkutan.
b.  Biaya dari kecelakaan dan penyakit-penyakit akibat kerja, serta penyakit umum yang meningkat jumlahnya oleh karena pengaruh yang memburukkan keadaan oleh bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh pekerjaan adalah sangat mahal dibandingkan dengan biaya untuk pencegahannya. Biaya-biaya kuratif yang mahal seperti itu meliputi pengobatan, perawatan di rumah sakit, rehabilitasi, absenteisme, kerusakan mesin, peralatan dan bahan oleh karena kecelakaan, terganggunya pekerjaan, dan cacat yang menetap.

b.      Kondisi-kondisi Kesehatan Yang Menyebabkan Rendahnya Produktivitas Kerja
Bedasarkan hasil survey dan pengamatan Lembaga Nasional Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja Departemen Tenaga Kerja tentang kesehatan yang berhubungan dengan produktifitas kerja diperoleh gambaran terlihat adanya kondisi-kondisi kesehatan yang ditinjau dari sudut produktivitas tenaga kerja sangat tidak menguntungkan. Adapun kondisi-kondisi tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Penyakit Umum
Baik pada sektor pertanian, maupun sektor pertambangan, industri, dan lainlainnya, penyakit yang paling banyak terdapat adalah penyakit infeksi, penyakit endemik dan penyakit parasit.
2.      Penyakit Akibat Kerja
Penyakit seperti pneumoconioses, dermatoses akibat kerja, keracunankeracunan bahan kimia, gangguan-gangguan menatal psikologi akibat kerja, dan lainlain benar-benar terdapat pada tenaga kerja.
3.      Kondisi Gizi
Keadaan gizi pada buruh-buruh menurut pengamatan yang pernah dijalankan sering tidak menguntungkan ditinjau dari sudut produktivitas kerja. Adapun keadaan gizi kurang baik dikarenakan baik dikarenakan penyakit-penyakit endemis dan parasitis, kurangnya pengertian tentang gizi, kemampuan pengupahan yang rendah, dan beban kerja yang terlalu besar.
4.      Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja sering kurang membantu untuk produktivitas optimal tenaga kerja. Keadaan suhu, kelembaban, dan gerak udara memberikan suhu efektif diluar kenikmatan kerja.
5.      Perencanaan
Perencanaan atau pemikiran tentang penserasian manusia dan mesin serta perbaikan cara kerja sesuai dengan modernisasi yang berprinsip sedikit-dikitnya energi tetapi setinggi-tingginya output kerja pada umumnya belum diketahui. Untuk mengatasi pengaruh buruk, dari kondisi-kondisi kesehatan kepada pembangunan tanah air, khususnya meliputi sektor tenaga kerja produktif, maka perlu dibina keahlian higiene perusahaan dan kesehatan kerja sebagai inti keahlian. Dan perlu dibina keahlian tenaga kesehatan pada tingkat perusahaan dan perlu ditingkatkan pengerahan tenaga-tenaga kesehatan kedalam sektor produksi.

c.       Sanitasi Peralatan dan Proses Pengolahan
1.      Lokasi pabrik hendaknya tidak terletak pada arah angin dari sumber pencemaran debu, asap, bau dan pencemaran lainnya, jarak antara sumber pencemaran dengan pabrik tidak boleh kurang dari 100 meter.
2.      Bangunan pabrik harus terpisah dari pemukiman dan terbuat dari bahan yang kokoh.
3.  Pekarangan di sekeliling lokasi pabrik atau unit pengolahan hendaknya selalu dipelihara kebersihannya. Kebersihan yang terjaga dengan baik akan mengurangi potensi bahaya dan masalah yang mengancam kelancaran proses produksi.
4.      Lantai, gang, tangga dan jalan keluar / masuk ruang pengolahan harus bersih, bebas sampah, tidak licin dan tidak berminyak, bebas oli, dan tidak ada air yang menggenang.
5.      Kondisi lantai secara umum harus bersih, kedap air, tidak licin, rata sehingga mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air.
6.      Dinding tembok, jendela, langit-langit, kerangka bangunan, perpipaan, lampulampu dan benda lain yang berada di sekitar ruang pengolahan harus dalam kondisi bersih.
7.      Kondisi umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan ventilasi yang baik. Ventilasi harus tersedia dengan cukup dan berfungsi dengan baik. Pencahayaan atau penerangan hendaknya tersebar secara merata dan cukup di semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyilaukan.
8.     Kamar mandi dan WC, tempat cuci kaki dan tangan juga harus selalu dijaga kebersihannya. Pada fasilitas ini perlu tersedia air yang cukup, tissue/pengering, sabun, dan tempat sampah. WC dan kamar mandi hendaknya terletak jauh dari ruang pengolahan.

d.      Penanganan dan Penyimpanan Bahan Baku
1.      Alat –alat yang digunakan untuk penanganan dan penyimpanan bahan baku baik alat yang utama atau alat pembantu lainnya harus selalu dalam keadaan baik, utuh dan bersih.
2.      Ruang penyimpanan harus selalu bersih, bebas dari binatang pengganggu.
3.      Jika bahan baku disimpan dalam kotak-kotak ataupun kemasan lainnya, maka untuk penyimpanannya perlu disusun dengan baik dan teratur, misalnya dengan menggunakan rak-rak atau pallet. Pengaturan ini bertujuan untuk mempermudah pada waktu pemeriksaan dan pemeliharaan kebersihan.
4.      Tumpahan bahan baku pada lantai hendaknya segera dibersihkan, jangan dibiarkan tercecer karena dapat mengundang binatang atau pun serangga yang tidak diinginkan.

e.       Peralatan dan Fasilitas Pengolahan
1.      Semua peralatan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan harus selalu diperhatikan kebersihannya, dan juga alat tersebut harus terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak.
2.      Setelah penggunaan alat selesai atau pekerjaan telah selesai semua peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan harus dibersihkan juga dengan bahan saniter.
3.      Saniter adalah senyawa kimia yang dapat membantu membunuh bakteri dan mikroba.
4.      Ketel, wadah pencampuran, tong-tong, drum-drum dan peralatan lain yang mempunyai mulut besar dan terbuka harus dilindungi dari kemungkinan kontaminasi.
5.      Semua platform harus dikonstruksi dengan baik sehingga tidak menjadi sumber kontaminasi bagi proses atau produk di bagian bawahnya.
6.      Air yang digunakan dalam pencucian alat hendaknya air yang bersih yang memenuhi persyaratan sanitasi, sehingga mencegah kontaminasi. Air bersih mempunyai ciri-ciri antara lain tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau.

f.       Fasilitas Penggudangan
1.      Ruangan, dinding, bangunan dan pekarangan bangunan harus selalu bersih, bebas sampah dan kotoran.
2.      Barang barang yang disimpan dalam gudang harus diatur dan disusun secara baik dan teratur, dengan menyisakan jarak yang cukup, baik jarak antar tumpukan maupun dengan dinding tembok.
3.      Barang yang telah rusak atau bahan baku yang telah busuk, hendaknya diambil dan dipisahkan dari barang-barang yang masih baik.

g.      Pembuangan limbah
Dengan semakin besarnya skala usaha, maka semakin banyak pula limbah yang dihasilkan. Maka dari itu perlu dilakukan penanganan terhadap limbah yang dihasilkan tersebut, seperti :
1.      Saluran pembuangan limbah cair harus dikonstruksi dengan baik sehingga proses pembuangan limbah cair tidak terhambat.
2.      Tempat penampungan hendaknya dibuat, jangan langsung dibuang ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan umum.
3.      Jika produksi sampah / limbah cair ternyata cukup tinggi, atau telah mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa masalah pencemaran itu lingkungan telah terjadi, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan badan pengelolaan limbah.
4.      Pemanfaatan limbah adalah sebagai tambahan makanan / minuman untuk ternak
5.      Untuk sampah yang kering dan padat perlu disediakan tempat pembuangan sampah padat yang cukup,baik kebersihannya maupun ukurannya sesuai dengan jumlah sampah diproduksi.

h.      Pembuangan limbah
Dengan semakin besarnya skala usaha, maka semakin banyak pula limbah yang dihasilkan. Maka dari itu perlu dilakukan penanganan terhadap limbah yang dihasilkan tersebut, seperti :
1.      Saluran pembuangan limbah cair harus dikonstruksi dengan baik sehingga proses pembuangan limbah cair tidak terhambat.
2.      Tempat penampungan hendaknya dibuat, jangan langsung dibuang ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan umum.
3.      Jika produksi sampah / limbah cair ternyata cukup tinggi, atau telah mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa masalah pencemaran itu lingkungan telah terjadi, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan badan pengelolaan limbah.
4.      Pemanfaatan limbah adalah sebagai tambahan makanan / minuman untuk ternak
5.      Untuk sampah yang kering dan padat perlu disediakan tempat pembuangan sampah padat yang cukup,baik kebersihannya maupun ukurannya sesuai dengan jumlah sampah diproduksi.

Dalam hubungan kondisi-kondisi dan situasi di Indonesia, keselamatan kerja dinilai seperti berikut :
1.      Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja.
2.      Analisa kecelakaan secara nasional berdasarkan angka-angka yang masuk atas dasar wajib lapor kecelakaan dan data kompensasinya dewasa ini seolah-olah relatif rendah dibandingkan banyaknya jam kerja tenaga kerja
3.      Potensi-potensi bahaya yang mengancam keselamatan pada berbagai sektor kegiatan ekonomi jelas dapat diobservasikan, misalnya sektor industri disertai bahaya-bahaya potensial seperti keracunan-keracunan bahan kimia, kecelakaan-kecelakaan oleh karena mesin, kebakaran, ledakan-ledakan, dan lain-lain
4.      Menurut observasi, angka frekwensi untuk kecelakaan-kecelakaan ringan yang tidak menyebabkan hilangnya hari kerja tetapi hanya jam kerja masih terlalu tinggi.
5.      Analisa kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kecelakaan ada faktor penyebabnya. Sebab-sebab tersebut bersumber kepada alat-alat mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri. Sebanyak 85 % dari sebab-sebab kecelakaan adalah faktor manusia.

3.      KESELAMATAN KERJA
a.      Keselamatan Kerja dan Perlindungan Tenaga Kerja
Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, yaitu
perlindungan keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama. Jelas bahwa keselamatan kerja adalah satu segi penting dari perlindungan tenaga kerja. Dalam hubungan ini, bahaya yang dapat timbul dari mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, keadaan tempat kerja, lingkungan, cara melakukan pekerjaan, karakteristik fisik dan mental dari pada pekerjaannya, harus sejauh mungkin diberantas dan atau dikendalikan.

b.      Keselamatan Kerja dan Peningkatan Produksi dan Produktivitas
Keselamatan kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan
produktivitas. Produktivitas adalah perbandingan di antara hasil kerja (out put) dan upaya yang dipergunakan (input). Keselamtan kerja dapat membantu peningkatan produksi dan produktivitas atas dasar :
1.      Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan yang menjadi sebab sakit, cacat dan kematian dapat dikurangi atau ditekan sekecilkecilnya, sehingga pembiayaan yang tidak perlu dapat dihindari.
2.      Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja dan mesin yang produktif dan efisien dan bertalian dengan tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi.
3.      Keselamatan kerja yang dilaksanakan sebaik-baiknya dengan partisipasi pengusaha dan buruh akan membawa iklim keamanan dan ketenagaan kerja, sehingga sangat membantu bagi hubungan buruh dan pengusaha yang merupakan landasan kuat bagi terciptanya kelancaran produksi.

c.       Latar Belakang Sosial-Ekonomi dan Kultural
Keselamatan kerja memiliki latar belakang sosial-ekonomi dan kultural yang sangat luas. Tingkat pendidikan, latar belakang kehidupan yang luas, seperti
kebiasaan-kebiasaan, kepercayaan-kepercayaan, dan lain-lain erat bersangkutan paut dengan pelaksanaan keselamatan kerja. Demikian juga, keadaan ekonomi ada sangkut pautnya dengan permasalahan keselamatan kerja tersebut. Pembangunan adalah bidang ekonomi dan sosial maka keselamatan kerja lebih tampil kedepan lagi dikarenakan cepatnya penerapan teknologi dengan segala seginya termasuk problematik keselamatan kerja menampilkan banyak permasalahan sedangkan kondisi sosial kultural belum cukup siap untuk menghadapinya. Keselamatan harus ditanamkan sejak anak kecil dan menjadi kebiasaan hidup yang dipraktekkan sehari-hari. Keselamatan kerja merupakan suatu bagian dari keselamatan pada umumnya, masyarakat harus dibina penghayatan keselamatan
kearah yang jauh lebih tinggi dan proses pembinaan ini tidak pernah ada habishabisnya sepanjang kehidupan manusia.

d.      Metoda Pencegahan Kecelakaan
Kecelakaan-kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan :
1.         Peraturan perundangan yaitu ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisikondisi kerja pada umumnya, perencanaan, konstruksi, perawatan, pemeliharaan pengawasan, pengujian, dan cara kerja peralatan industri, tugastugas pengusaha dan buruh, latihan supervisi medis, P3K, dan pemeriksaan kesehatan.
2.         Standarisasi yaitu penetapan standar-standar resmi setengah resmi atau tak resmi mengenai misalnya konstruksi yang memenuhi syarat-syarat

e.       Latar Belakang Sosial-Ekonomi dan Kultural
Keselamatan kerja memiliki latar belakang sosial-ekonomi dan kultural yan sangat luas. Tingkat pendidikan, latar belakang kehidupan yang luas, seperti
kebiasaan-kebiasaan, kepercayaan-kepercayaan, dan lain-lain erat bersangkutan paut dengan pelaksanaan keselamatan kerja. Demikian juga, keadaan ekonomi ada sangkut pautnya dengan permasalahan keselamatan kerja tersebut.
Pembangunan adalah bidang ekonomi dan sosial maka keselamatan kerja lebih tampil kedepan lagi dikarenakan cepatnya penerapan teknologi dengan segala seginya termasuk problematik keselamatan kerja menampilkan banyak permasalahan sedangkan kondisi sosial kultural belum cukup siap untuk menghadapinya. Keselamatan harus ditanamkan sejak anak kecil dan menjadi kebiasaan hidup yang dipraktekkan sehari-hari. Keselamatan kerja merupakan suatu bagian dari keselamatan pada umumnya, masyarakat harus dibina penghayatan keselamatan kearah yang jauh lebih tinggi dan proses pembinaan ini tidak pernah ada habishabisnya sepanjang kehidupan manusia.

f.       Metoda Pencegahan Kecelakaan
Kecelakaan-kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan :
1.         Peraturan perundangan yaitu ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisikondisi kerja pada umumnya, perencanaan, konstruksi, perawatan, pemeliharaan pengawasan, pengujian, dan cara kerja peralatan industri, tugastugas pengusaha dan buruh, latihan supervisi medis, P3K, dan pemeriksaan kesehatan.
2.         Standarisasi yaitu penetapan standar-standar resmi setengah resmi atau tak resmi mengenai misalnya konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis-jenis peralatan industri tertentu, praktek-praktek keselamatan dan higiene umum, alat-alat pelindung diri.
3.         Pengawasan yaitu pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundangan-undangan yang diwajibkan
4.         Penelitian bersifat teknik yang meliputi sifat dan ciri bahan yang berbahaya, penyelidikan tentang pagar pengaman, pengujian alat-alat perlindungan diri, penelitian tentang pencegahan peledakan gas dan debu, penelaahan tentang bahan-bahan dan desain paling tepat untuk tambang-tambang pengangkat.
5.         Riset medis, yang meliputi terutama penelitian tentang efek-efek fisiologis dan patologis, faktor-faktor lingkungan dan teknologis dan keadaan fisik yang mengakibatkan kecelakaan
6.         Penelitian psikologis yaitu penyelidikan tentang pola-pola kejiwaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.
7.         Penelitian syarat statistik, untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan yang terjadi, banyaknya, mengenai siapa saja, dalam pekerjaan apa, dan apa sebabsebabnya.
8.         Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum teknik, sekolah-sekolah perniagaan atau kursus-kursus pertukangan.
9.         Latihan-latihan, yaitu latihan praktek bagi tenaga kerja, khususnya tenaga kerja yang baru dalam keselamatan kerja
10.     Penggairahan yaitu penggunaan aneka cara penyuluhan atau pendekatan lain unuk menimbulkan sikap untuk selamat.
11.     Asuransi yaitu insentif finansial untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan misalnya dalam bentuk pengurangan premi yang dibayar oleh perusahaan, jika tindakan-tindakan keselamatan sangat baik.
12.     Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan, yang merupakan ukuran utama efektif tidaknya penerapan keselamatan kerja. Pada perusahaanlah, kecelakaan-kecelakaan terjadi sedangkan pola-pola kecelakaan pada suatu perusahaan tergantung kepada tingkat kesadaran akan keselamatan kerja oleh semua pihak yang bersangkutan.
13.     Organisasi K3, dalam era industrialisasi dengan kompleksitas permasalahan dan penerapan prinsip manajemen modern, masalah usaha pencegahan kecelakaan tidak mungkin dilakukan oleh orang perorang atau secara pribadi tapi memerlukan keterlibatan banyak orang, berbagai jenjang dalam organisasi yang memadai.
Organisasi ini dapat berbentuk struktural seperti Safety Departemen (Departemen K3), fungsional seperti Safety Committee (Panitia Pembina K3). Agar organisasi K3 ini berjalan dengan baik maka harus didukung oleh adanya :
1.         Seorang pimpinan (Safety Director)
2.         Seorang atau lebih teknisi (Safety Engineer)
3.         Adanya dukungan manajemen
4.         Prosedur yang sistimatis, kreativitas dan pemeliharaan motivasi dan moral pekerja.
Pernyataan di atas sesuai menurut International Labour Office (ILO) tentang langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menanggulangi kecelakaan kerja.
Berikut adalah Standard Operating Process (SOP) langkah kerja penanggulangan kecelakaan kerja (kebakaran) yang harus diikuti :
-          Bila sendiri, segera padamkan api dengan alat pemadam terdekat .Bila mungkin beritahu orang lain baru dulu baru memadamkan api. Bila berdua atau lebih seorang membunyikan alarm yang lainnya memadamkan.
-          Selamatkan material atau dokumen.
-          Ingat ! keselamatan diri.
-          Bila ada korban celaka, lakukan P3K sesuai prosedur
-          Segera hubungi dinas kebakaran apabila tidak dapat menanggulangi kebakaran sebutkan identitas, nama lokasi, kondisi dan korban
-          Ikuti prosedur darurat dan evakuasi


4.      RANGKUMAN
a.      Kesehatan Kerja di Perusahaan
1.      Higiene Perusahaan adalah spesialisasi dalam Ilmu Higiene beserta prakteknya dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit kwalitatif dan kwantitatif dalam lingkungan kerja dan perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar tindakan korektif kepada lingkungan tersebut serta bila perlu pencegahan, agar pekerja dan masyarakat sekitar suatu perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja serta dimungkinkan mengecap derajat kesehatan setinggi-tingginya.
2.      Kesehatan Kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan / kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja / masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik maupun sosial.
3.      Kebersihan adalah modal utama dalam suatu kegiatan pengolahan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk yang bermutu tinggi dan higienitas.

b.      Keselamatan Kerja
1.      Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungan serta cara-cara melakukan pekerjaan.
2.      Keselamatan kerja bersasaran di segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air di dalam air, maupun di udara.
3.      Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja mengingat resiko bahayanya adalah penerapan teknologi terutama teknologi yang lebih maju dan modern.
4.      Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja, keselamatan kerja adalah dari, oleh dan untuk setiap tenaga kerja serta orang lainnya dan juga masyarakat pada umumnya. Keselamatan kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan produktivitas. .
5.      Keselamatan kerja harus ditanamkan sejak anak kecil dan menjadi kebiasaan hidup yang dipraktekkan sehari-hari.


5.      DAFTAR PUSTAKA
-          Chaidir Situmorang. 2003. Mengikuti Prosedur Menjaga Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Direktorat Pendidikan.  Departemen Pendidikan Nasional.
-          Sumamur. 1980. Higene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. PT. Gunung Agung Jakarta.
-          Sumamur.1985. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. PT. Gunung Agung Jakarta





terima pembuatan jingle perusahaan / usaha anda "murah bergaransi" hubungi 081915715383

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More